Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Jumat, 08 Juli 2016

Review Mie Kudusan

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Hai para blog people di luar sanaa. Kali ini saya mau bikin postingan tentang "Mie Kudusan".
Berawal dari cerita teman saya, Ghaiby yang dulu pernah ke Mie Kudusan gak ajak- ajak, terus katanya mienya enaaak banget. Beda sama pangsit. Juara deh pokoknya, di atasnya pangsit. Kalau pangsit juaranya "Pangsit Cak Ri" katanya. Hmm, dari situ saya mulai mikir. Yang berujung pada ngidam. FYI, kalau saya lagi ngidam, harus keturutan secepatnya, gak pake wacana.

Ya udah ya, terus mulai browsing-browsing gitu seputar Mie Kudusan, terutama menunya. Harganya elit juga beh, tapi ya gimana lagi, namanya ngidam. Setelah banyak browsing, hati saya jatuh ke salah satu menu, Mi Ayam Jamur. 

Beberapa hari berikutnya, tepatnya pas lebaran kemarin, saya ke MATOS. Berniat untuk cari Aichiro. Aichironya nemu, mau sekalian juga ke Mie Kudusan di lantai 3, eh lha kok tutup. Maklum sih, namanya aja juga hari H lebaran. Ya udah, pulang deh terusan.

Lusanya, habis sholat Jumat di masjid deket Kantor Bea Cukai, saya langsung cus jalan kaki ke Mie Kudusan yang lokasinya di Jalan Bondowoso. Sampingnya Indomaret, depannya Niki Kopi Tiam. Salah saya pake sandal asrama saya dulu yang merknya Swallow, jadi harus tebal muka, wkwkwk.
Ketika masuk, sambutannya ramah, pelayannya juga sigap. 

Saya langsung pesan Mi Ayam Jamur ditambah add-on saus blackpepper. Nunggunya lumayan lama. Mungkin juga karena sayanya yang sendiri ke sana, jadi kurang kerjaan. Terus akhirnya mienya datang. Penampilannya kayak mie pangsit yang dikasih kecap, jadi agak coklat-coklat gitu. Seporsi mienya juga dilengkapi dengan kuah dan acar yang terpisah. Di mangkok mienya, ada mie, ayam kayak ayam pangsit biasanya, jamur champignon, bawang goreng, daun bawang dan pangsit basah.
Langsung deh tanpa pikir panjang, mie tersebut masuk ke mulut saya. Rasanya kecap-kecap gitu sih. Blackpeppernya nggak begitu kuat. Yang pertama terbesit di benak saya, ini mienya kok agak keras yaa. Sama ii kayak pangsit biasanya, kata Ghaiby kok beda. Mienya agak keras, mungkin masih undercook. Tapi ya namanya makanan, ya dihabisin aja dah.

Awal-awal coba versi tanpa kuah, terus di tengah coba versi campur kuah. Eh, saya menyesal. Mienya jadi tawar. Bumbunya larut ke kuah. Yaah. Tapi satu hal yang saya salut dari Mie Kudusan ini suhunya pas untuk langsung dimakan. Sip.

Setelah itu langsung bayar bill, eeeh kena 20an. Yaah, eman. Menurutku sih, untuk kelas elit kayak gini masih jauh lebih enak Mie GM yang di komplek pasar besar. Enaak pool. InsyaAllah lain kali tak review deh. Kalau pingin murah juga masih ada yang enak. Pangsit original di Cak Ri, deketnya Toko Buku Wilis. Nggak jauh-jauh amat dari lokasi itu padahal. Itu harganya udah 9K dapet mie pangsit buanyaak + ayam + pentol 2 + acar. Ada juga yang spesial, tapi saya nggak pernah nyobain.
Oh ya, masih enak juga ramennya Moshi-Moshi di Jalan Kawi. Itu 12 ribu udah dapet mie ramen pedes plus pokcoy goreng. InsyaAllah kapan-kapan saya review deh.

Yaa intinya sih, udah puas yaa, ngerti Mie Kudusan yang kayak gitu ternyata. Masih mending yang lain. Tasting is believing. Saya nggak akan percaya kalau belum ngerasain sendiri. Eman kantong juga sih kalau ke Mie Kudusan, hehehe.

Wassalammualaikum wr. wb.
 (HEE OJO MEK NDELOK TOK, KOMENEN PO'O REK, WKWKWK) 
 

Rabu, 15 Juni 2016

Selamat Tinggal Kampusku Tercinta Chapter 1

Assalammualaikum wr. wb. 
Bismillahirrohmanirrohim

Hai blog people, kali ini saya kepingin banget cerita tentang kampusku, sekolahku tercinta, SMA Negeri 10 Malang Leadership Academy. So, let's begin.

Deskripsi umum dulu aja kali yaa, SMA Negeri 10 Malang Leadership Academy merupakan kampus kedua yang berasrama milik SMA Negeri 10 Malang. Setelah kampus pertamanya yang di Sawojajar, nah kampus keduanya ini di Tlogowaru. Sebuah desa terpencil di perbatasan antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang yang memiliki suasana asri dan masih alami, belum banyak pembangunan dan jamahan manusia. 

Kampus kedua ini dulunya adalah program rintisan dari Sampoerna Academy yang kemudian diserah-terimakan ke Pemkot Malang yang kemudian berubah nama menjadi Leadership Academy. Seperti yang kita tahu, how great pihak Sampoerna Academy kalau udah dalam misinya mencerahkan masa depan anak bangsa. Jor - joran deh pokoknya pendanaannya, apalagi masalah fasilitas. Begitulah yang tercermin pada SMA Negeri 10 Malang kampus 2. Kampus ini dilengkapi dengan banyak fasilitas pendukung sekolah berasrama yang worth it.

Bicara soal asramanya, asrama Smandasa ini terdiri dari 2 gedung berlantai 3, gedung A dan gedung B. Gedung A untuk asrama putri dan gedung B untuk asrama putra. Setiap gedung terdiri dari 30 kamar tidur siswa dan 4 kamar tidur tamu, namun untuk gedung B, kamar tidur siswa yang diaktifkan hanya 20 kamar. Ketika awal masuk asrama, kita akan menemui persimpangan, ada yang ke kiri dan ke kanan. Yang ke kiri mengarahkan kepada blok kanan dan yang kanan mengarahkan pada blok kiri. Jadi, jika dikalkulasikan, terdapat 6 blok dalam 1 gedung asrama. Setiap blok terdapat 5 kamar tidur siswa, jemuran dan mesin cuci, 6 kamar mandi yang berjajar lurus (3 dilengkapi bak porselen, 3 tidak), beberapa shower, wastafel, dan dispenser air galon.

Sekarang, mari membahas tentang isi kamar tidur siswa. Dahulu, waktu Sampoerna Academy (SA), 1 kamar dihuni oleh 8 siswa. Namun, seiring menurunnya jumlah siswa, maka 1 kamar berjumlah kurang dari 8. Dalam 1 kamar, dilengkapi dengan 4 ranjang bertingkat yang terbuat dari logam beserta kasur (sekitar 1 x 2 m) dan perlengkapannya, 2 meja belajar, 4 kursi, rak buku, 8 lemari pribadi (lemari 1 pintu dengan 1 ruang kecil, 1 ruang gantung baju, dan 2 laci). Oh ya, setiap kamar memiliki namanya masing - masing. Misalnya B31, kamar saya dulu. "B" menunjukkan jika kamar itu berada di gedung B, yang artinya kamar siswa putra. "3" menunjukkan berada di lant koai berapa kamar tersebut dan "1" menunjukkan lokasi tepatnya kamar tersebut. Untuk lokasi 1-5 berada di blok 
kanan dan untuk 6-10 berada di blok kiri. Setiap blok juga memiliki penamaan seperti B31 berada dalam naungan blok B Tiga Kanan.

Dari asrama, sekarang mari beralih ke gedung sebelahnya, Kantin Asrama. Sebenarnya lebih cocok disebut sebagai Dining Room atau ruang makan sih, sebab di tempat ini para siswa dapat mengambil jatah makannya. Dalam ruang makan ini, terdapat banyak sekali meja dan kursi yang sama seperti di kamar. Yaa, pantes sih, soalnya kalau pihak catering udah datang, semua siswa segera berkumpul untuk makan. Di ruang makan ini, juga terdapat peralatan masak termasuk kompor, wastafel untuk cuci tangan, dan 2 wastafel untuk cuci piring, serta rak piring. 

Untuk alur prosedur makan, para siswa diwajibkan untuk mengisi presensi makan terlebih dahulu yang disortir berdasarkan kelas di sekolah. Kemudian pergi ke rak piring mengambil piring (siswa membawa sendiri sendok dan garpu) lalu mengantre dengan rapi untuk mengambil makanan di meja porselen. Sistemnya seperti prasmanan, tapi kadang - kadang diambilkan agar lauknya terbagi adil untuk semua siswa. Setelah mengambil makanan, siswa duduk di kursi, lalu makan deeh. Untuk menunya, terdapat bermacam - macam varian menu, karena dari cateringnya sendiri saja ada 3 penyedia. Tapi jangan heran, kalau kebanyakan dari menunya biasanya lauk ayam, hehehe. Untuk yang non-vegetarian, seperti saya yang anti banget sama sayur dan telur, jangan khawatir, lauknya macem - macem, dan sayurnya biasanya dipisah (biasanya untuk soto, bakso, dll, tapi tidak untuk sop). Naah, kalau udah selesai makan, siswa mengantre untuk mencuci piring. Kemudian, mengembalikan piring, udah deh, selesai.

Naah, kantin ini, paling rame kalau udah rush hour nya anak - anak asrama. Jam 6 pagi pas mau sarapan sama  jam 12 an pas makan siang. Untuk jam aktifnya, kalau sarapan mulai jam 05:30, makan siang mulai jam 11:30, makan malam mulai jam 17:30. Oh ya, bagi kamu yang suka puasa sunnah, apalagi Senin Kamis, jangan khawatir, karena sekolah juga akan memfasilitasinya. Apalagi pas Ramadhan seperti ini. Kantinnya akan mulai aktif lebih pagi, sekitar jam 3an. Lalu untuk makan siangnya, akan digantikan sama takjil. Biasanya terdiri dari jajanan pasar dan susu kotak. Sebelumnya, kamu harus udah terdata puasa dulu jika ingin makan siangnya diganti takjil. Tapi saya biasanya kasihan sama ibu cateringnya yang biasa menyediakan sahur, kebanyakan sepi kalau Senin sama Kamis gara - gara sulit bangun siswanya, wkwkwk.

Dari kantin, ayo turun ke bawah, ke sekolahnya. Ada beberapa komplek bangunan, mercusuar, lapangan, ruang kelas, laboratorium, CSC dan perpustakaan. Pertama mercusuar niih. Tempatnya pejabat - pejabat kantor tata usahasekolah memikirkan keberlanjutan sekolah. Dilengkapi juga dengan aula dan ada alat gamelannya. Terus belakangnya, ada lapangan basket dan voli. Ya gituulaah, nggak ada bedanya kok. Terus mbahas ruang kelas. Ada banyak sebenarnya ruang kelasnya, tapi beberapa tidak aktif. Layaknya ruang kelas biasanya kok. Ada 2 lantai, oh ya, di komplek ini juga ada ruang guru sama mushollanya, dan of course kamar mandi. Ngomongin masalah kamar mandi nih, menurutku, sekolah yang bersih itu dilihat dari kamar mandinya. Alhamdulillah, meskipun nggak semua kamar mandinya bersih, tapi beberapa ada yang bersih. OBnya males nguras biasanya. Enak kok KMnya, pake toilet jongkok, sayangnya ada yang ngadep kiblat. Oh ya, mushollanya juga nyaman sekali. Sering dibersihin, karpetnya juga empuk, favorit banget buat sholat.

Move to the laboratorium. Labnya desainnya minimalis, beda dari yang lain. Kursinya tinggi gitu, mejanya didesain buat 4 orangan hadap - hadapan gitu. Peralatannya juga lengkap, sayang cuma dipajang. Untuk LAB ITnya, enak banget. Ada layar besar buat presentasi, sama konsepnya lesehan di karpet. Kalau ngantuk, langsung ambil posisi. Perpusnya guedhee, nyaman, duiingiiin, ada yang lesehan, ada yang duduk. Bukunya buanyaaak. Terus, kalau CSC (Community Service Center), ini itu dulunya mau dibuat pusat kegiatan comserve (nanti dibahas di bagian kegiatan), ndadak sekarang jadi lapangan badminton. Bisa buat kumpul - kumpul juga. Jadi kayak ruangan besar berlantai yang terbuka. Di dekat sana juga ada koperasi siswa yang jual aneka kebutuhan, utamanya jajan dan seragam.

Mungkin sekian dulu yaa, pembahasan kali ini tentang my lovely school, bagian fasilitas. Tenang, we can continue next time. Kan ini masih part 1. Okee, au revoir, a bientot.

Wassalammualaikum wr. wb.
 (HEE OJO MEK NDELOK TOK, KOMENEN PO'O REK, WKWKWK) 

Sabtu, 21 Mei 2016

Hajimemashite, Let me introduce myself

Bismillahirrohmanirrohim
Assalammualaikum wr. wb.

Hi friends, kenalin nih, aku newbie mbuat blog ini. Namaku Mochammad Akbar Reno Marsasi. Tiap nama pasti punya arti, so do I.

MOCHAMMAD: Yaa, tahulah bagi kalian - kalian umat muslim dunia, junjungan kita nabi Muhammad SAW ini tercuplik namanya dalam namaku. Saking saja sih orang tuaku ngasihnya lebih ke versi gaul, pakai "ch". Yaa serahlah, yang penting artinya kaan.

AKBAR: Akbar dalam bahasa Arab berarti "besar". Dengan frasa ini dalam namaku, ada harapan untuk menjadikanku sebagai orang yang "Akbar" nantinya, Aamiin.

RENO: Nah, ini yang paling greget filosofinya. Nggak ada dasar arti tertentu sebenarnya frasa "Reno" ini. Orang tuaku ngambilnya dari nama bidan yang membantu persalinannya dulu. Namanya "Reni". Yaa, bolehlah untuk menghargai jasa para bidan di luar sana. (clapping hands)

MARSASI: Ini bagian yang paling awak suke. Bagian yang paling unique, paling rare, dan tiada duanya. "Marsasi" ini sebenarnya terdiri dari 2 kata yang tergabung secara buatan *oposeh. Dari kata "Maret" dan "Sasi". Artinya "Bulan Maret". Ya memang, aku kelahiran Maret 1998. Pas itu lagi marak - maraknya penggulingan Pak Soeharto.

Sudah jelas soal nama, nickname ku sekarang. Banyak hee panggilanku sepanjang sejarahku hidup *alay. Kebanyakan manggilnya "RENO" *yang ini normal*. Ada juga guru SMPku suka banget manggil aku "AKBAR". Nah, pas SMA nih, banyak banget alias gue. Pertama masuk SMA, namaku di arsip pendaftarannya sudah salah. Kan Moch. Akbar Reno M. ya, lhah ini malah dikirain Moch. Akbar Renom. Yawes, dipanggil "RENOM" wes. Duuh, untungnya sih nama ini cuma marak di awal - awal masuk SMA. Terus berkembang lagi, ada yang manggil "NYENYO". Yo iki wes versi alay e konco - koncoku. Terus yang paling didemenin sama beberapa temenku itu panggilan "EMAK". Ket kelas X wes iku. Alasannya katanya aku ini orangnya nyocot abis. Ada juga yang manggil "RENA", "MARSA", yaa penyimpangan dikit seh emang, but aku nggak pernah mempermasalahkan itu.

Ya, itu tadi soal nama, sudah panjang yaa. Alamat rumahku ada di Jalan Terusan Surabaya, 19. Deketnya UM gedung rektorat, deketnya Telkom, deketnya MATOS, deketnya MX, wes deket sembarang wes pokoke, wkwkwk. Aku kelahiran 1 Maret 1998, yang membuatku berzodiak Pisces, dan bershio Macan *gak penting seh. Yang berarti sekarang aku sudah 18 tahun *tuek tapi belum punya KTP *bukan warga negara yang baik*.

Riwayat sekolah, aku sekolahnya Malang semua sih. TKnya di TK Laboratorium UM (2005 - 2007), di Jalan Magelang kalau tahu. SDnya di SDN Sumbersari 3 (2007 - 2013), di Jalan Terusan Ambarawa. SMP di SMPN 1 Malang (2010 - 2013), di Jalan Lawu. SMA di SMAN 10 Malang Leadership Academy (2013 - 2016), di Jalan Raya Tlogowaru. Dan saat ini, menempuh pendidikan S1 di jurusan Kimia Murni UM. Doain yaa.

Hobiku jalan - jalan *pakai kaki lho yaa*, sepedaan pancal, liat film, nongkrong di cafe, dan masih banyak lagi. Aku interest sama ilmu KIMIA. Kimia itu asyik, fun, and easy. Oh ya, aku goldar AB, kepribadian melankolis sama ISFJ. Masih jomblo sampai sekarang dan komitmen nggak akan punya mantan. Jadi, terus saja jomblo sampai sudah nikah.

Follow my social media to know me more, sekian saja mungkin kali ini. Maybe tomorrow, I'll post my second version of this introduction. Danke Schon. Arigatou Gozaimasu.

Twitter: @Reno_Marsasi
Facebook: Reno Marsashi Kishimoto
LINE id: renomars
Instagram: renomarsasi
ASK fm: @RenoMarsasi
email: reno.reno24@yahoo.com ; renooner24@gmail.com ; renomarsasi@gmail.com

Wassalammualaikum wr. wb.
 (HEE OJO MEK NDELOK TOK, KOMENEN PO'O REK, WKWKWK)