Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Minggu, 12 Agustus 2018

, ,

Alkisah di Balik Student Mobility FMIPA UM ku Tercintaaah

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

 Haii semuaaanyaaa, aku balik lagii. Mau cerita banyaaak tentang acaraku kemarin di Thailand. Iyaa, aku barusan balik dari Thailand membawa sejuta kenangan. Karena kenangannya berjuta-juta, ceritanya mau tak bagi menjadi beberapa part gitu. Nah, ini part pertama aku mau bahas tentang cerita prolog sebelum aku ke Thailand.

Once upon a time nih, Pak Ong, WD III FMIPA UM ngirim chat ke grup WA ONMIPA UM. Chatnya kalau aku gak salah inget isinya link gitu, kubuka linknya, linknya mengarahkanku pada pengumuman program PPL/KKN, PKL, student exchange dan student mobility yang diselenggarakan FMIPA UM. Langsung saja ya hati kecilku yang mulai tertarik ini mempelajari lebih lanjut tentang program ini. Disana dipaparkan bahwa untuk program PPL, destinasinya adalah Malaysia, berpartner dengan Universiti Teknologi Malaysia / Universiti Malaya gitu. Untuk PKL, student exchange dan student mobility, destinasinya lebih bervariasi, mulai dari kedua universitas di atas serta universitas dari Thailand yaitu Prince Songkla University, Yala Rajabhat University dan Suranaree University of Technology. Untuk deskripsi programnya, seperti yang kita tahu lah kalau PPL, PKL dan student exchange gimana. Kalau PPL dan PKLnya berdurasi sekitar 1 bulan, kalau exchange durasinya 1 semester.

Nah, yang jarang tahu adalah program student mobility. Barang apa sih student mobility itu? Ternyata, student mobility ini adalah program yang memfasilitasi mahasiswa untuk mengunjungi universitas tujuan dalam rangka mempelajari budaya disana. Sebenernya kalau menurutku sendiri, pengertian seperti ini luas banget yaa konteksnya. Aku sih ambil simpel aja. JALAN-JALAN rek intinya, wkwkwkwk. Durasinya sekitar 2 minggu - 1 bulan guys disana. Kemudian, dipaparkan juga disana bahwa untuk biaya-biayanya, FMIPA UM bakal mengcover biaya tiket pesawatnya PP looo. Untuk tempat tinggal, tenang aja, katanya sih insyaAllah bakal dicover universitas tujuan. Nah, biaya yang kita cover sekarang hanya tinggal makan dan transport di sana aja sih guys. Tuh, kurang apa dah program FMIPA ini, dabest lah pokoknya.

Habis mantengin deskripsinya, aku pantengin tuh alur pendaftaran dan seleksinya. Gilaaaak bangettt, Subhanallah, Maha Baik dikau FMIPA UMku tercintaaahh. Seleksinya hanya dengan seleksi berkas dan wawancara guys. Ditambah lagi ya, berkas yang dibutuhkan itu cuma sertif TOEFL (minimal 500 sih bilangnya), pas foto, surat ijin ortu dan ngisi google form. Gak ada biayanya sama sekali guysss, Ya Allah, suangar, we love you FMIPA UM. Nothing to lose lah ya buat mahasiswa pendaftar.

Dan lo tau guys, aku ndaftarnya itu GAK BONDO BANGET, wkwkwk. Aku kan nggak pernah ya ikutan tes TOEFL-TOEFL gituu dari lembaga tes gitu, jadi aku lampirin aja tuh sertif TOEFL hasil Tes Kemampuan Bahasa Inggris yang dulu diwajibin bagi maba UM, wkwkwk. Jan gak bondo. Untung aee yoo, nilai TKBIku itu 503. Terus, untuk pas fotonya, lebih gak bondo lagi guys, wkwkwk. Aku kan gak pernah tuh foto formal ke studio semenjak kuliah ini. Yaudin, aku donlod aja fotoku waktu daful dulu di siakad. Waktu itu, fotonya baru bisa keload kalau akses pakai wifi UM, langsung dah gue tancap ke UM nunut wifi buat donlod foto itu aja. Kalau surat ijin ortu, yaa gitulah, gampang, cuma tinggal minta ttd (ortuku aja belum tak bilangi ttdnya buat apa, wkwkwk. males aku tu soalnya kalau diinterview kek artis).

Gak cuma berhenti di situ aja guys keantusiasanku. Aku langsung ajak semua temen-temenku, mulai dari temen kelas sampai temen SMA yang juga kuliah di UM (Indah dan Rara). Aku sih awalnya mikir mau ngajak Gicho, Amanatul dan Ridho juga guys (temen SMA dan adek kelas yang jadi angkatan 2017), tapi di persyaratannya agak ambigu gitu, soalnya minimal harus semester 3. Nah, aku mikirnya, ini kan liburan antara semester genap dan ganjil, apa berarti mereka masih semester 2(?). Yaudin lah, nggak kuajak akhirnya mereka. Pokoknya aku getol banget menghasut temen-temenku buat ikut ituuu, apalagi Indah dan Rara yang udah menemaniku 5 tahun ini.

Agak susah sih ngehasut mereka, aura setanku dikuras banyak. Mereka kayak pesimis-pesimis gitu, agak minder juga. Udah kubilangi, metode daftarnya kayak aku aja biar gampang, gak bondo banget, NOTHING TO LOSE, tinggal pake sertif TKBI dan foto siakad, tetep aja mereka minder dan pesimis. Alasannya paling krusial sih nilai TOEFLnya dan biaya. Kalau nilai TOEFL, swantee ae wes, babah tah kene ndaftar masio dikeki minimal 500. Nggak diterima, yaudah. Sekali lagi, NOTHING TO LOSE. Bayangkan juga seperti ini, misal event ini pengumumannya kurang WOW (dan emang iya sih menurutku, yang tahu aja cuma sedikit, wkwkwk) dan para calon pendaftar sudah mundur duluan gara-gara ditarget TOEFL minimal 500, maka yang daftar kan akhirnya juga sedikit, peluang kita terpilih juga semakin banyak. Kalau kuotanya belum tercukupi, panitianya cari peserta gimana hayoo, ya ambil yang dari pendaftar lah walaupun TOEFLnya < 500. Gimana lagii cobak.

Kalau masalah biaya, santee lah wes, kan cuma ngecover makan dan transport disana. Paling-paling yaa sama kek Indo bagian Jakarta. Anggep aja ini liburan kita, toh cuma 1 minggu toh (kalau foya-foya). Udah dicover tiketnya gitu, secara, kurang apaaa. Kapan lagi bisa ngabisin uangnya UM, ups, wkwkwk. Pengalamannya juga harus diperhitungkan. Walaupun kita keluar uang (entah menurut kalian itu banyak / lumayan), kan feel yang kita dapatkan akan worth it, sebanding dengan itu. Aku aja mikirnya ibuku nanti pasti bela-belain utang nih buat sanguku, wkwkwkwk, wes gampang lah, pasti disupport e.

Akhirnya dari ceramahku panjang lebar itu, Indah dan Rara berhasil terhasut. Aku milih student mobility ke Malaysia, UTM Johor Bahru tepatnya sebagai destinasiku. Pertimbangannya, setelah kuriset, harga makanan di Malaysia lumayan murah sih, 15K an gitu. Dan apalagi Johor Bahru kan bukan ibukotanya Malaysia, jadi mungkin harganya lebih murah dari Kuala Lumpur. Untuk bahasanya, Malaysia juga kan memiliki rumpun bahasa yang sama dengan kita, Bahasa Melayu, jadi ya mudahlah komunikasinya. Malaysia juga mayoritas orangnya Muslim. Kalau Thailand, nggak pernah kepikiran sih. Pertama juga karena budayanya sana yang jauuuh banget dari keislaman (aku mikirnya banyak LGBT dan banci, wkwkwk, terus kawasannya freedom gitu kek Pattaya, dan belum lagi sulit nyari makanan halalnya kan) juga bahasanya yang kita harus pakai full English. Nah, meskipun TOEFLku nih 500an, tapi speakingku udah ambyar daah gara-gara lama nggak dilatih. Dari pertimbangan itu sih aku nggak milih Thailand, belum kuriset sebenarnya kalau masalah kurs dan harga pangan disana. Nah, temen-temenku tadi pun juga akhirnya mikir begitu.

Balik ke cerita pendaftaran, awalnya aku dulu nih yang coba daftar. Kan terus dapat nomor pendaftaran nih, aku dapatnya nomor 12. WAGELASEEEEH. Gilak, gilak, bayangin dong, aku yang daftarnya H-1 deadline ini dapat nomor 12, lha pendaftarnya berapaaa, sedikit banget saingannya, wkwkwkkw? Belum lagi itu kan mungkin kecampur sama program lain (PPL, PKL, student exchange), lhah yang pure student mobility berapa cobaa, wkwkwk? Anggep aja kita bagi sama rata, berarti 1 program 3 pendaftar, lha kuota untuk student mobilitynya sendiri aja 4 lo, yowes pasti lolos kabeh tah iki, wkwkwk.

Langsung yaa, dengan bangga kuberitahukan info ini pada Indah, Rara dan temen-temenku yang lain, tapi apa daya hasutanku kali ini hanya mempan ke Faula aja, temen offeringku, wkwkwk. Indah dan Rara juga akhirnya terbangun semangatnya melihat masa depan yang lebih cemerlang, wkwkwk. Optimismenya mulai naik. Akhirnya, ketiga temanku ini, mendaftarlah ke program itu.

Sambil nggarap PKM, hari pengumuman seleksi berkas telah tiba guys. Aku ngelihat pengumumannya sambil senyum-senyum setan dan hati sombong sedikit nih. Ya benar aja lah, kami pasti keterimanya, toh hasil dari seleksi berkasnya ini diterima 16 atau 20 peserta gitu, wkwkwk. Tuh kaan, walaupun TOEFLmu < 500, toh keterima-keterima aja tuh. Nah, saiki masalahe garek interview ne yo'opo wes, iki perlu dipusingkan, wkwkwk.

Jujur, waktu interview aku nggak ada persiapan khusus sih. Aku mikirnya sih interviewnya bakalan English lah yaa kemungkinan terburuknya. Persiapanku cuma monolog aja ke diri sendiri sih, sok-sokan nginggris gitu. Pas hari-H interview, ya Allah, ndredeg banget akuuu, wkwkwk. Waktu masuk ke ruangannya, terlihat Pak Husni dan Bu Vivi duduk disana. Ku nostalgia masa SMA waktu diinterview pake English gitu. Aku disini konteksnya kan cuma nyoba yaa, ya nothing to lose gitu rasanya, kuberikan semua yang kubisa aja pokoknya. Sesi wawancara berlangsung AGAK lancar. Yang ditanyakan yaa seputar diri kita sih. Apa hobi kita, apa keunggulan kita, apa minat kita, cita-cita kita, uniqueness kita, dll. Nervous banget sumpah akunya, wkwkwk, padahal atmosfernya ya kayak percakapan biasa, nggak serius-serius banget. Dan disinilah baru kusadari English speakingku ancurr banget, aku rasanya itu kayak: listening question -> translating ke Indo -> mikir mau jawab apa -> mikir English dari jawabanku, wkwkwk. Sumpah guys, penting banget emang ternyata kebiasaan kita berbahasa asing itu. Bahasa bukan ilmu kayak sains gitu yang kalau dicari di buku langsung ketemu, tapi bahasa harus sering dipraktekkan agar lancar digunakan. Bener banget sih emang sarannya Bu Vivi, aku harus cari partner yang bisa ngelatih English aku dengan speaking English everytime. Udah deh, dari hasil wawancaraku ituu, pesimis banget lah wes kalau lolos, pasrah dah gue. Lolos ya alhamdulillah, enggak yaa gapapa, nothing to lose, setidaknya aku bisa menjawab keingintahuanku: "Ada kesempatan nggak sih buat aku keluar negeri gratis?".

Hari-H pengumuman guys, ALHAMDULILLAH WASYUKURILLAH YA ALLAH, kok isooo jenengku katut ndek konooo, wkwkwk. Mikir opo Pak Husni ambek Bu Vivi, wkwkwk. Gak nyangka banget pokok, kok bisa kandidat dengan wawancara seburuk aku ini bisa dipilih. Aku langsung ngerasa berdosa banget ke Allah, kok bisa hambaNya yang penuh dosa ini dikasih nikmat besar, disayang banget, Ya Allah, maafkan hambaa. Wes, mulai dari situ wes, aku seneng bangett, bersyukur bangett. Btw, Indah dan Rara terpilih juga, tapi sayangnya Faula nggak. Demi meningkatkan skill speaking Engishku, aku buat grup WA dengan Rara dan Indah untuk koordinasi seputar program ini, dimana kami harus chatting dengan menggunakan full English dalam grup.

Hari demi hari berjalan, kami cukup sering sih mendapatkan koordinasi dari panitia seputar persiapan apa yang harus dilakukan dan kabar mengenai program kami. Sambil menunggu kabar dari UTM, universitas tujuan kami, kami diminta panitia untuk mengurus paspor. Pengurusan paspor ternyata gampang banget guys, sumpil.

Kita hanya perlu ke kantor imigrasi (di Malang ada di dekat Arjosari) setelah sebelumnya booking pendaftaran online. Sesampainya disana dengan membawa berkas yang diperlukan, kita hanya perlu mengisi form, mengambil nomor antrian, menunggu dan masuk ke kantornya. Di kantornya agak ruwet sih, kami kayak diinterogasi gitu. Bener-bener ditanya dengan detil apa keperluan kami keluar negeri, kemana dan mengapa. Kami saja sampai bolak-balik fotocopy berkas, terutama pengumuman hasil seleksi student mobility yang ada nama kaminya. Disana, fotocopy dan prin juga mehong. Masak FC 1 lembar aja 500 dan prin 2000. Pemerasan banget. Setelah semua proses administrasi selesai, kami diminta membayar biaya pendaftaran paspor ke rekening negara guys. Harganya 350K. Untung disana ada ATM BNI, jadi aku bayarnya lewat itu. Kalau bayar lewat agen di FCnya sana, pihaknya ambil bati 5K guys, mehong. Setelah semua proses itu, kami tinggal nunggu deh paspornya jadi. Seminggu kemudian, paspor kami jadi, langsung ambil deh, anti ribet-ribet lagi.

Paspor udah jadi nih, udah siap sih kami keluar negerinya. Tinggal persiapan fulus dan perlengkapannya aja, wkwkwk. Suatu hari, panitia ngundang kami untuk koordinasi lagi nih. Diberitakan bahwa si pihak UTM ini tak kunjung memberi balasan kepastian kapan dan bagaimana mereka dapat menerima kami. Di lain sisi, Pak Markus, dekan kami, barusan dari Thailand. Beliau mendapatkan kabar dari temannya, Pak Sirichok, kepala HI SUT bahwa SUT akan mengadakan Entrepreneurship Camp dan telah mengirim email pada HI UM beberapa hari yang lalu tapi tak kunjung dibalas. Dari Pak Markus inilah, HI UM akhirnya mengecek emailnya, yang ternyata undangan tersebut dikirimkan pada email lama HI UM. Di undangannya, pendaftarannya sebenarnya sudah ditutup beberapa hari lalu. Namun, dengan kekuatan nego Pak Markus ke Pak Sirichok, dibolehkanlah UM untuk mengirimkan delegasinya walaupun melewati deadline pendaftaran. Terus apa hubungannya sama aku?

Dari sinilah, panitia menawarkan kepada kami, peserta program student mobility untuk beralih ke program ini (sebenarnya konteksnya sama, tapi di acara ini dibumbui "Entrepreneurship" yang notabene bukan bidang kami sebagai saintis). Panitia saat itu juga memaparkan bahwa dalam acara ini, semua akomodasi termasuk makanan dan transport akan ditanggung oleh panitia penyelenggara. Peserta hanya akan dibebani ongkos transport PP ke Thailand (yang notabene akan ditanggung FMIPA UM). Nah loo, KURANG OPO WESS. Lamgsung wes, senyum-senyum pingin aku nang panitiane, wkwkwkk. Batinne panitiane, "Arek iki pasti gelemme", wkwkwk. GRATISSS CURRR, SEMUANYAAA, YA ALLAH, NIKMAT MANA YANG AKU DUSTAKAN. Kami diberi waktu sih oleh panitia untuk berpikir terlebih dahulu, mau ambil apa tidak.

Langsung dah, keluarnya dari gedung fakultas, aku langsung dengan tegas ngomong "YES" ke Indah dan Rara. Kami pun berdiskusi disana. Yaa, meskipun ya temanya Entrepreneurship, tapi lha gimana lagi, gratis loo ini, masak rejeki ditolak. Lagian si UTM belum tentu ngasih kabar secepatnya. Anggep aja kita niatnya belajar sesuatu yang baru, yaitu Entrepreneurship. Englishnya kan juga dengan ini akhirnya sangat terdayagunakan. Adventure dan tantangannya juga makin sip. Perjalanannya juga sekalian yang lebih jauh. MANTUL LAH POKOKNYA.

Akhirnya dengan itu, kami menyetujui untuk beralih ke program ini, begitu pun juga Hilda, peserta student mobility lain yang tujuannya ke Universitas Malaya. Tapi entah kenapa, peserta student mobility yang satunya lagi tidak ikut. Gak perlu dipusingin lah pokoknya. Btw kuotanya 5 setiap universitas. Nah, ternyata, satunya lagi dari UM mengirimkan anak FIP.

Liat aja nanti kelanjutannya gimana di part 2, bersama dengan cerita tragedi salak Pak Sirichok, wkwkwk. See youu.

Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)

Minggu, 29 Juli 2018

Kuliah Dasar-Dasar Kimia Analitik Beserta Praktikumnya

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah diberi kelonggaran waktu dan semangat buat nulis. Seperti di judul, hari ini saya akan mereview tentang kuliah Dasar-Dasar Kimia Analitik beserta praktikumnya sekalian. Kenapa kok saya rangkap? Ya biar panjang aja gitu apa yang mau diomongin, wkwkwk.

Topik yang dibicarakan di kuliah ini adalah analisis konvensional kimia, baik itu secara kualitatif maupun kuantitatif. Maksud dari konvensional disini adalah dalam proses analisis ini, dibutuhkan adanya reagen khusus dan pastinya terjadi reaksi antara reagen tersebut dan analit. Yang umum dan pastinya sudah kita tahu salah satu contohnya adalah titrasi asam-basa. Ternyata, titrasi itu nggak sebatas asam-basa aja lhoo, banyak juga yang lain aplikasinya, bisa disimak lebih jelas nanti di kuliah ini.

Dosen pengampu dari kuliah ini yaitu Bu Irma Kartika Kusumaningrum serta Pak Anugrah Ricky Wijaya. Sedangkan untuk kuliah praktikumnya diampu oleh Bu Irma juga beserta Bu Endang. Untuk pembagiannya, kuliah analisis kualitatif akan dibimbing oleh Bu Irma, sedangkan untuk analisis kuantitatif akan dibimbing Pak Ricky. Oh ya, mekanismenya gini guys, dalam seminggu itu kan ada 2 pertemuan, Pak Ricky 1, Bu Irma 1, jadi barengan gitu, nggak dibagi season awal siapa, season akhir siapa. Kalau praktikum mah, kedua dosen bersangkutan akan selalu hadir bersama saling mengisi.

DKA kuali bersama Bu Irma asik juga. Buku pegangan favorit beliau adalah VOGEL kawan. So, pastikan you buy vogel, both editions yaa, 1st and 2nd, di wilis banyak kok, jangan ragu nawar. Tugas awal, kita akan dibagi kelompok untuk presentasi beberapa bab pada buku tersebut. Kalau menurutku sih babnya agak aneh gituu, kurang nyambung, pendahuluan juga sih soalnya. Kemudian setelah presentasi, lanjut Bu Irma yang nerangin tentang materi kalian guys, jadi cukup fair nih, presentasinya divalidasi dosen. Sukak aku sama dosen yang nggak males-males buat nerangin gini. Setelah itu dilanjut ulangan gengs. Ulangannya agak menyimpang jauh yaa dari materi presentasi kita, wkwkwk. Sepuranya nih, aku lupa soalnya gimana, pokoknya tentang studi kasus lah.

Season kedua DKA kuali membahas tentang golongan-golongan kation logam dan anion. Per golongannya akan dibahas per minggu guys. Pastinya kalian nanti disuruh buat diagram pemisahan kation per golongannya dan pereaksi spesifiknya. Misal, kation golongan I, pereaksinya kan HCl. Setelah itu, endapannya dipanaskan dulu biar Pb nya larut (Pb memiliki Ksp lebih tinggi), kemudian untuk memisahkan Ag dan Hg, diberikanlah amonia. Gitu salah satunya. Bu Irma di season ini sering memberikan catatan dengan mendikte guys, so pastikan kalian nulisnya cepet, atau kalau nggak bisa direkam aja. Untuk ulangannya enak guys, kalian bisa open VOGEL. Vogel only tapi ya kayake. Tapi di vogel aja sudah lengkap kok. Ulangannya itu semacam deskripsi langkah-langkah analisis. Misalnya nih, "Suatu sampel akan diuji kandungan kationnya, sampel tersebut pada mulanya diberi ... untuk menganalisis kation golongan I. Pada langkah ini, terbentuklah endapan A dan filtrat B. Endapan A kemudian dipanaskan, kemudian disaring membentuk filtrat C. Filtrat C dianalisis menggunakan ... dan membentuk endapan. Dapat diduga bahwa dalam sampel mengandung ..." Soalnya sebenarnya isian singkat guys, jadi kalian tidak diperbolehkan menjawab belibet, Bu Irmanya sendiri juga akan males mbacanya.

Selanjutnya, untuk DKA kuanti, agak banyak dramanya yaa kalau menurutku. Di perkuliahan, Pak Ricky sering menuliskan materi-materi gitu guys, kadang juga menampilkan PPT, kadang juga kita yang disuruh presentasi. Pak Ricky juga sering memberikan latihan soal dengan mendiktekan soalnya. WARNING nih guys buat kalian: POKOKNYA, KALAU PAK RICKY NGASIH TUGAS, KALIAN HARUS SIAP-SIAP SUDAH MENGERJAKAN. Entah diberitahu atau tidak bahwa tugasnya akan dikumpulkan dan dinilai, semua tugas Pak Ricky adalah wajib hukumnya, dan kemungkinan besar ditagih. Pernah nih sekali, sekelas terjerat kasus. Pak Ricky tidak memberitahukan kami secara eksplisit bahwa tugasnya untuk dikumpulkan, ya sudah, akhirnya tidak dikerjakan yaa. Lha kok, minggu depannya ditagih guys, dorrr. Ya sudah, dari situ, satu poin bagi kami telah mengecewakan beliau. Untung aja jamnya Pak Ricky di hari Senin pas beliau puasa, jadi marahnya nggak terlalu.

Mengenai ulangan, aku males banget nih kalau ulangan DKA kuanti. Emang bener sih, Pak Ricky kalau kasih soal nyambung dengan materinya, tapi beuuh perfeksionis banget guys. You should aware this. Kalau ulangan titrasi gitu yaa, kalian kan disuruh gambar sketsa titrasinya gimana gitu yaa, kalau kalian kurang nulisin indikatornya apa yaudin, dapet skor cuma 1 (bonus nulis) meskipun yang lain benar. Nggak sukaku juga tentang metode koreksinya. Masalahnya Pak Ricky kalau ngoreksi ulangan itu diserahkan ke mahasiswa di kelas itu sendiri. Jadi saling ditukar. Nah, yang namanya mahasiswa kan beragam yaa, standar ngasih nilainya kan juga beda-beda, ada yang pelit, ada yang loman, dll. Lagian meskipun sudah dikasih rambu-rambu jawabannya bagaimana, bisa aja si jawaban yang salah mungkin ditolerir, vice versa. Pernah nih suatu ulangan, punyaku dikoreksi temenku. Menurutnya, jawabanku bener semua, padahal waktu ngoreksi bersama itu, aku yakin punyaku ada yang salah. Tapi di lain sisi, Pak Ricky meyakinkan mahasiswanya sih kalau beliau bakalan ngoreksi lagi dari koreksian kita itu. Wallahu a'lam bener dilakuin atau enggak, percaya aja deh pokoknya. Tipsku kalau menghadapi dosen perfeksionis begini sih kalian jangan expect too much, nentang too much, nanti jadi kesel sendiri. Udah, ikutin aja arusnya beliau, niatin aja ibadah nyenengin orang. Kalian juga jangan perfeksionis juga guys, tukaran moro ngkok, wkwkwkwk. Tapi kalau diamati gitu yaa, Pak Ricky ini orangnya religius banget. Tapi ya lucu aja, kan ada cewek cantik di kelasku namanya Desi, eh dijuluki "MODEL" sama beliau, wkwkwk. Terus pas ulangan terakhir, diminta remidinya ngerangkum kuliah umum di O1, pas liburan lagi, ya males sih kalau aku. Nilaiku sih alhamdulillah sudah bagus yang kuali, yang kuanti jelek 1, ya biarin aja wes kalau aku, toh juga aku nggak berharap banget nilai bagus di kuliah ini. IPK bukan segalanya ya guys, pengalaman pokoknya yang terpenting.

Nah, gue ngelupain materi bahasannya nih dari tadi, maap maap. Di DKA kuanti ini kita akan membahas tentang gravimetri, titrimetri (asidialkalimetri, argentometri, iodometri, redoks, kompleksometri), kayaknya sih itu aja. Kemudian kalau tentang praktikumnya, alhamdulillah mudah guys, kalian akan mempratikkan langsung teori yang kalian dapat di kuliahnya. Tapi yaa gituuu, agak-agak mbulet kalau analisis kualitatif lima golongan kation. Dokumen praktikumnya (jurnal, lapra, lapres) juga akan banyak dihiasi oleh reaksi-reaksi, you can find it on Vogel absolutely. Untuk ujiannya, sakilingku seh mek onok UAS yoo. Di situ kalian akan diminta menganalisis kation apa yang ada dalam suatu sampel. Alhamdulillahe golongan I langsung nemu. Kemudian juga ada sesi interview tentang DKA kuantinya. Oh ya guys, di DKA ini menghafal warna-warna perlu juga lhoo, pastikan kamu bisa menghafal yang umum-umum yaa. Nih juga kulampirkan file-file ebook kalau mau download.

Alhamdulillah juga ini ada beberapa contoh pretest praktikumnya yang sempet dibagi. Kadang juga sempet nggak ada pretestnya. Check this out aja deh:


Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)

Sabtu, 28 Juli 2018

Kuliah Ikatan Kimia, Langganannya SP

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Hayoo, siapa yang nungguin aku nulis blog lagii? (kok puedeee.. wkwkwk) Maafin yaa semuanya baru lanjut nulis blog ini, aku akhir-akhir ini soalnya sedang sibuk, sibuk main PKM (nanti insyaAllah tak ceritakan hecticnya PKM).

Okay, back to this, kali ini aku mau lanjut review matkul lagi, masih banyak ee soale. Yang semester 3 kurang 4, yang semester 6 kurang 6. Kali ini, aku bakal cerita mengenai matkul "Ikatan Kimia", or you can call it "IKIM". Di Kimia UM sendiri, matkul ini kesannya menakutkan, dan juga banyak yang SP mengulang matkul ini.

Di kelasku, matkul ini diampu oleh Pak Ida Bagus dan Pak Effendi. Sebenarnya ada 2 kelas murni lagi sih yang diampu juga oleh beliau berdua. Kalau kelas pendidikan, di semester 2 dapat matkul ini, tapi kalau murni di semester 3. Seperti namanya, matkul ini membahas berbagai jenis ikatan dalam kimia, mulai antar atomnya sampai antar molekulnya. Atom dan molekul aja udah punya ikatan lo, masak kita enggak? wkwkwkwk. Oh ya, alhamdulillah sekali yaa matkul ini ada bukunya tersendiri, dikarang oleh Profesor kesayangan kita semua, Prof. Effendy. Pokok kalian harus beli versi orinya, karena buku itu bermanfaat banget bagi kehidupan nusa dan bangsa.

Season pertama matkul ini diampu oleh Pak Ida, menyajikan materi sejarah fisika klasik hingga modern, unsur simetri, term simbol, teori orbital molekul. Cara mengajarnya Pak Ida yaa tau sendiri lah, written on the white board. Catatannya pun setiap tahun sama plekk, sampek kalau kalian pinjem kakting pun akan sama, wkwkwkwk. Kalau aku males nyatet sih, kan udah ada bukunya, liat disitu aja, lagian alhamdulillah juga Pak Ida nggak minta catetannya dikumpulin.

Untuk ulangannya sendiri, Pak Ida menuliskan di papan tulis, lalu tinggal dijawab deh sama mahasiswanya. Ulangannya connect kok sama apa yang telah diajarkan, yang keluar yaa: simetri unsur dari molekul apa gitu, terus efek fotolistrik itu gimana, nentuin term simbol, buat diagram tingkat energi dari molekul apa sesuai TOM. Eh tapi sumpah, meskipun empat atau lima soal gitu, njawabnya lama cuy ternyata. Aku awalnya ngira kalau waktuku bakal cukup, eh ternyata tidaqq temann. Salah aku nggak punya jam tangan ya buat estimasi waktu, pas dibilang "WAKTUNYA SUDAH SELESAI", langsung kagetlah aku karena kurang satu soal. Akhirnya dengan cepet-cepet kutuliskan jawaban soal terakhir itu di kertas ujiannya dengan tulisan terjelek dan tercepatku.

Kemudian, untuk season kedua, pastinya yang ngajar Pak Eff. Kuliahnya seputar TIV & VSEPR, GAM, sifat koligatif dan ikatan ionik. Sebenarnya materi ikatan logam juga masuk, tapi karena keterbatasan waktu, jadi dilempar ke semester 4 di kuliah Anorganik Fisik. Style mengajarnya Pak Eff yaa seperti biasa itulah, menerangkan tentang bukunya dengan sangat amat detail dan jelas. Disini, kalian bisa akses sedikit tentang materinya yang Pak Eff sempat dibuatkan PPTnya dan contoh-contoh soal ulangannya dari tahun ke tahun.

Untuk, ulangan tahun 2017, bisa dilihat, seperti ini contohnya:


Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)

Minggu, 03 Juni 2018

Kimia Fisik Bukan Melulu Tentang Kerasnya Fisika

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Balik lagi nih aku akan membahas review kuliahku di semester 3. Kali ini kuy bahas Kimia Fisik I. Namanya aja ada nomer 1nya, berarti pasti bakalan ada yang kedua. Nah, di kuliah ini dosen pengampunya di offeringku adalah Pak Sumari dan Bu Nazriati. Beuuuh, duet combo spesial lovable nya lah dua dosen ini. Sesuai judulnya, karena diajar duet dosen yang lovable ini, KF terasa menyenangkan. Sumpah, aku dulu itu mikirnya KF itu Kimia + Fisika. Nah, aku udah terlanjur nggak suka fisika nih di SMA gara-gara gurunya gajes dan galak, padahal SMP seneng banget, aku aja sampek sering ikut olimnya fisika SMP. Dari situ mindsetku ke fisika jelek deh, keimbas juga ke Kimia Fisik. Eeeh ternyata, ndilalah, uwenaak banget yang namanya Kimia + Fisika ini, gak kerasa fisikanya, wkwkwk. Aku jadi cinta banget sama bidang ini.

Kuliah KF I membahas tentang gas ideal dan gas nyata, termodinamika (sedikit, karena kuliah termo pun ada sendiri, wkwkwk), kesetimbangan kimia dan kesetimbangan fasa. Bagiannya Pak Sumari adalah membahas tentang termodinamika, sementara kesetimbangan kimia dan fisika akan dibahas oleh Bu Nazriati. Kuliah ini bakalan santai, asik, tenang, kalemm banget guyss, secara yaa diampunya oleh dua dosen favorit. Pak Sumari sudah terkenal akan kebaikannya, yang selalu memudahkan mahasiswa. ULANGANNYA PAK SUMARI SELALU OPENBOOK REEEEK. Kebayang kan, betapa tersayangnya ayah PAku ini, wkwkwk. We love youu Pak. Di sisi lain diperkuat juga oleh Bu Naz yang selalu perhatian kepada semua mahasiswanya. Di kelas, lo bakalan serasa seperti les-les an, dimana Bu Naz akan setia memantau, berkeliling kelas untuk mengajari mahasiswa-mahasiswa yang kesulitan. PEKA BANGET SUMPAAH.

Di kuliah KF I ini, kok rasa-rasanya nggak ada tugas yaa, wkwkwk. Eh ada seh, pernah waktu itu Pak Sum ngasih tugas buat nambah-nambah nilai, tapi selebihnya kayake nggak rasa tugas. Pak Sum tipenya kebanyakan mbahas e-book, lalu latihan soal seperti di e-booknya. Jadi biasain aja latihan-latihan soal setipe itu, kalau mau download juga pembahasan latihan soal di e-book buat jaga-jaga siapa tau kamu nanti yang ditunjuk buat ngerjain ke depan. Bu Naz tipenya banyak latihan. Ditampilkan soal di LCD gitu, terus satu kelas ngerjain, yang nggak bisa disamperin Bu Naz buat diterangin. Terus kan kebetulan materinya kesetimbangan fasa, jadi ya latihan nggambar diagram fasa gitu, mulai yang cair-uap sampai padat-padat-padat. Asik kok, serasa jadi kelas nggambar kuliahnya.

FYI juga guys, di kuliah KF I ini, pastikan kalian sudah memiliki skill untuk menghitung regresi linear di kalkulator, karena bakalan banyak banget persamaan, soal-soal yang mengaplikasikannya. Pastikan juga kalkulator saintifikmu memiliki fitur itu ya guys, dan pastinya kalian harus bisa dan paham menggunakannya. Percuma kan ya kalau punya, tapi orangnya gak bisa, wkwkwk. Bagi yang belum punya kalkulator saintifik, bisa nih baca ini buat inspirasi mencari kalkulator saintifik: http://renobenzenasa.blogspot.com/2017/12/cari-kalkulator-scientific-review.html. Bagiku sih, mending beli yang bagus sekalian, tapi fiturnya lengkap, jadi nggak sia-sia deh.

Oh ya, masalah ulangan seperti yang kujelaskan tadi, Pak Sumari kalau ulangan selalu openbook, so keep calm ya. Kalau Bu Naz, nggak mau tuh yang namanya openbook, tapi beliaunya sering ngadain remed kok kalau nilaimu dirasa kurang. Ulangannya juga pasti dibagi lagi atau dikasih tau nilainya. Sayang banget waktu KF I ini, aku dimasuki dosen PPL dari S2 waktu materi kesetimbangan kimia, jadi serasa kurang gitu feelnya. Alhasil kesetimbangan kimianya kurang bagus nilainya. Tapi beruntung, Bu Naz penyelamat, mau review lagi tentang materi itu dan ngeremed yang jelek-jelek nilainya.

Untuk buku, Pak Sumari terbiasa pakai Atkins. Buku lain lupa ya aku pernah dipakai atau tidak. Nah, nih kalian bisa download disini untuk buku Atkins edisi ke 9 nya dan juga ada pembahasan soalnya. Kemudian, kalau Bu Naz sepertinya memakai buku KF I kuning di perpus fakultas, you get it free. Oh ya, jangan sungkan-sungkan minjem lama di perpus fakultas, karena lo tidak akan dikenakan denda, wkwkwk. Tambah kalau pinjem pakai KTP aja ninggalnya, biar KTMmu masih bisa dipakai di perpus pusat. Berikut juga ada beberapa contoh latihan dari Bu Naz yang nggambar diagram fasa (disini). Ada juga nih format diagram Terner yang pastinya kamu butuhin banget buat nggambar diagram fasa 3 komponen dan buat ulangan (disini). Kemudian nih, aku ada lembar jawaban UASnya Bu Naz tentang diagram fasa, bisa buat kalian belajar:







Mungkin sekian yaa netizen, cerita saya tentang kuliah ini. Lanjut ke review berikutnya yaa.

Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)

Sabtu, 02 Juni 2018

Jantungku Berdegup Kencang, Inikah Cinta?

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

 Lama nggak ketemu nih. Liburan sudah jalan, waktunya proyek penulisan blog dilanjutkan. Nah, dari judulnya, bisa dikira-kira kalau aku mungkin saja menulis tentang cinta. Tapi, well yes, bolehlah dianggep gitu, karena sebenarnya aku mau ngelenjutin review tentang mata kuliahku. Ini starternya yang semester 3 yaa. Kuy cus, I present "Anorganik Deskriptif".

Kuliah Anorganik Deskriptif ialah mata kuliah dalam lingkup anorganik yang membahas unsur-unsur dalam tabel periodik secara deskriptif. Yang dibahas bisa mulai sejarahnya, sifat-sifatnya, reaksi-reaksi, kegunaan dan keunikannya. Semua unsur dibahas dalam perkuliahan ini kecuali deret lantanida dan aktinida.

Masuk ke judul. Mengapa kok aku memilih judul ini? Ini jawabannya:
Dari tadi aku belum cerita mengenai dosen pengampunya. Well Ibu Dr. Fariati, M.Sc. lah pengampunya teman-teman sekalian. Sudah rahasia umum di Kimia UM bahwa beliau sering "dirasani" mahasiswanya, wkwkwk, hayoo ngakuuu. Terkenal dengan keangkeran, kejudesan dan kegalakannya, para mahasiswa mungkin berpikir dua kali untuk mengambil kelasnya. But you know what, I see something bright after know her deeper. Let's talk about it!

Awal mula cerita dari KRS dulu. Dari 3 kelas kimia murni, semua Andesnya ternyata diisi Bu Fa, so there is no other choice. Pastinya kamu tidak akan bisa menghindari takdir pertemuan itu kawan, wkwkwk. Dibuat ridho aja akhirnya. Awal kuliah, entah mengapa selalu saja hati ini berdegup kencang, perut terasa berbeda dan bagaimanapun harus dijalani kan yaa.

Pertemuan pertama diisi dengan tes menggambar kerangka tabel periodik tanpa melihat tabel periodik. Ditemukan ternyata banyak mahasiswa yang salah menempatkan golongan transisi di periode 3, termasuk aku, harusnya kan periode 4 ya, toh kulit terluarnya 4s. Lanjut setelah itu, kalau nggak salah mbahas tentang definisi-definisi yang biasa kita kenal di SMA, seperti atom, molekul, ion, nomor massa, massa atom relatif, massa molar, dll. Disini Bu Fa sering "membadeki" / memberi tebakan pada mahasiswa. Sebisa mungkin dijawab lah, biar kelasnya nggak sepi dan bisa-bisa dimarahi, wkwkwk.

Selanjutnya, Bu Fa memberikan klasifikasi tentang materi dan reaksi. Dituliskan di papan bagaimana kerangkanya, dan para mahasiswa diminta untuk mengisinya. Enggak ditagih sih tugas ini, tapi sering dibahas dan kalau kamu nggak siap jawabannya, bakalan ... deh, wkwkwk. FYI, tugas dari matkul Andes ini masuk prioritas pertamaku, sumpah, as always. Kenapa? Ya karena ujung-ujungnya bisa kemungkinan berabe kalau nggak dikerjain, meskipun sebenarnya tidak ada tugas yang ditagih.

Nah, agak pertengahan gitu, barulah Bu Fa memberikan tugas semacam proyek gitu. Satu kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok yang akan mempresentasikan TIAP UNSUR dalam tabel periodik. Secara kalkulasi, satu mahasiswa bakalan mempresentasikan 3-4 unsur. Sebenarnya tugas ini dibagi 2 kloter sih, kloter pertama membahas nonlogam dan kloter kedua membahas logam. Waktu itu, aku dapatnya kelompok golongan 13 dan 5. Golongan 13 aku presentasi tentang Indium, lalu golongan 5 nya aku presentasi tentang Vanadium dan Tantalum.

Presentasinya memuat tentang sejarah penemuan, pembuatan/pemurnian, sifat-sifat, data fisika, data kimia, contoh senyawa, contoh campuran dan aplikasinya. Dari tugas ini, aku belajar banyak banget bagaimana cara menyiapkan presentasi dan mempresentasikannya dengan baik sekali.

Mayoritas kuliah ini diisi dengan tugas presentasi. Bayangkan saja, 1 pertemuan digunakan untuk presentasi 1 golongan tabel periodik sekaligus dengan tanya jawabnya. Oh ya, kamu kalau mau dapet nilai bagus yang sering-sering tanya, karena selalu dicatat penanya-penanya siapa saja, dan pasti tambahan poin deh. Di lain sisi, aku mau pesen kalau ambil matkulnya Bu Fa usahakan yang tidak sebelum istirahat / pulang (alias jangan ambil yang jam ke 5-6 / 9-10), karena bisa-bisa pulangmu / istirahatmu molor, karena keasikan didongengi, wkwkwk. Dan kamu pasti takut kan kalau mau nyetop kuliahnya. Sering lo aku itu pulang maghrib-maghrib karena keasikan diceritani, sering juga nggak istirahat karena dipakai Andes, wkwkwk.

Tapi di sisi lain, Bu Fa itu dosen yang uenak banget. Kamu akan suering banget dengar cerita-ceritanya, entah itu pengulangan apa nggak, wkwkwk. Aku selalu duduk depan kalau Andes, memberanikan diri untuk menjadi garda terdepan menghadapi Bu Fa, wkwkwk. Biasanya cerita-ceritanya Bu Fa lucu-lucu (bagiku seh), dan aku selalu tertawa terpingkal-pingkal (neglecting how scared I am). Banyak juga ceritanya yang inspiratif-inspiratif yang berkesan. Ya pokok kalau diajar Bu Fa sih kuncinya kita perhatikan saja semua yang disampaikan, termasuk cerita-ceritanya. Tanggapi dengan baik, respon dengan wajar karena sama halnya seperti kita, dosen pun ingin feedback dari penyampaiannya. Jangan takut untuk berekspresi, mengungkapkan apa yang ada, jangan takut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan / badekannya, nanti malah sepi kelasmu. Jangan menyerah untuk menjawab salah, dan jangan semua perkataan Bu Fa diambil hati. Karena itulah Bu Fa, likely same with me, ceplas ceplos kalau ngomong, kalau bercanda, tapi asik sumpah.

Dari aku yang pertama berdebar-debar saat mau masuk kelas Andes, berubah menjadi aku yang sekarang kangen dengan cerita-ceritanya Bu Fa. Dari suasana kelas yang awalnya suram, berubah menjadi riang penuh tawa. Oh ya, kalau bahas ulangan, insyaAllah ulangan-ulangannya Bu Fa gampang kok. Sebelumnya, Bu Fa pasti sudah memberi rambu-rambu, kisi-kisi apa aja yang bakal keluar. Kalau UTS kemarin yang keluar definisi-definisi, reaksi-reaksi, cara pembuatan unsur, senyawa dan campuran yang kalian presentasikan. Untuk UASnya, formatnya mengisi tabel, dari 10 golongan pada golongan transisi, kita identifikasi mana yang oksidanya oksida asam, oksida basa, oksida amfoter, dll beserta reaksi-reaksinya jika dilarutkan dalam asam/basa, kemudian juga sama pembuatan-pembuatan.

Sekian cerita dari aku seputar Anorganik Deskriptif, mata kuliah yang simpel sebenarnya, tapi kitanya aja yang udah keburu takut dosennya, wkwkwk. Nikmati ajaa, toh nanti ya kangen.


Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)

Sabtu, 30 Desember 2017

, , ,

Cari Kalkulator Scientific? Review Kalkulator Scientific Casio Classwiz FX-570EX, Casio FX-991ES, Casio FX-350ES Plus, Kalulator Android "Wolfram Alpha", Kalkulator Windows "Microsoft Mathematics" dan Tips Memilih KalkulatorScientific

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Still with me with a different topic. Kali ini aku mau ngereview tentang kalkulator saintifik, kalkulator jaman now. Kalkulator dibutuhkan banget bagi utamanya mahasiswa, siswa, dan bahkan para pedagang (kalau yang ini cuma pakai +,-, x, : nya, wkwkwk). Aku pertama butuh kalkulator itu kalau nggak salah jaman SMA. Jaman SMP sih, masih gampang - gampang ya itungannya, logaritma pun pasti logaritma yang bagus - bagus. Atau kalau butuhnya pas ngitung pembagian yang jelek - jelek gitu lah ya.

Di SMA manfaatnya buanyaak banget, apalagi kimia. Kalau matematika, nggak pakai kalkulator masih bisa, karena pasti gurunya ngasih angka yang cantik - cantik. Kalau di kimia itu ada yang namanya pH dari asam atau basa. Yang ini ngitungnya pasti pakai kalkulator karena butuh operator logaritmanya.

Balik ke kalkulator nih, seumur - umur, aku berurusan dengan 4 kalkulator:
1. Casio FX-350ES Plus dari jaman kelas XI sampai sekarang.
2. Casio Classwiz FX-570EX untuk hadiah ulang tahunnya Surya.
3. Wolfram Alpha dari jaman kuliah sampai sekarang.
4. Casio FX-991ES jaman kelas X dulu.

Nih gue ceritain satu - satu keunggulan, kelemahan dan sejarahnya. Check this out!

Yang pertama Casio FX-991ES versi lama dulu lah ya, soalnya udah ada duluan sejak jaman kelas X. Nih kalkulator aku dapetnya gratisan, dipinjemi kakak sepupu. Kurawat tuh kalkulator baik - baik, pernah dipinjem Mas Bintang, kakak kamarku di B31 yang SA3. Yaa namanya yang pinjem kakak yaa, takut juga buat nolak, lagian juga nggak ada alasanku untuk menolak, Mas Bin orangnya baik kok. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, nggak kerasa udah satu tahunan aku di asrama, sekamar juga bareng Mas Bintang, eh kalkulatorku nggak pernah dibalik-balikin juga, sampai Mas Binnya udah lulus dan keterima di ITB alhamdulillah. Ya salahku juga sih nggak pernah nanyain, aku juga sungkan kalau kalkulatornya emang hilang. Tapi btw, ini cerita seingetku sih, bisa aja pernah dikembaliin Mas Bin terus aku lupa naruhnya. Soalnya waktu dulu aku juga pernah kecolongan tepak di asrama (bisa aja kalkulatornya ngikut juga). Btw ini penampakannya:

Dari keyboardnya jelas sih ya, semua fungsi - fungsinya lengkap (nanti bakal tak jelasin di FX-350ES Plus). Oh ya, aku disini mbandinginnya pakai standar yang FX-350ES Plus, karena dari keempat kalkulator itu, ini yang paling low definition. Bedanya dari yang FX-350ES Plus adalah mode - modenya. Kalau nggak salah disini ada mode matriks (untuk penghitungan matriks), base (penghitungan menggunakan bilangan berbasis biner, heksa, okta), vektor (untuk penghitungan vektor), dll yang aku lupa. Nanti bakal tak kasih manualnya untuk kalian bisa pelajari. Dan yang asik di kalkulator ini, ada integral dan diferensialnya, tapi harus "tertentu" ya, maksudnya memiliki batasan integralnya berapa sampai berapa dan kalau diferensial di absis berapa, terus juga ada penghitungan deret menggunakan notasi sigma. Ketiga fitur itulah yang menurutku menjadi keunggulan dari semua seri 991. Termasuk juga kalau kalian pilih yang mau ada tenaga suryanya ya ini bisa (tapi kalau nggak salah baterai dalemnya baterai jam). Kalau mau baca selengkapnya seputar nih kalkulator bisa disini. Oh ya, masalah harga, karena bukan aku yang beli, aku nggak tahu harganya.

Kemudian lanjut kalkulator berikutnya yaitu FX-350ES Plus. Ini menurutku kalkulator yang paling low definition dari ketiga lainnya. Kenapa kok aku bilang gitu? Karena fitur - fitur di kalkulator ini dimiliki oleh semua ketiga lainnya, sedangkan dia sendiri tidak punya fitur dari saudara - saudaranya. Tapi kalau emang cari yang murah, berkualitas dan cuma niatnya buat itung - itungan, kalkulator ini menjanjikan lah lumayan. Pas untuk kantong pas - pasan. Ceritanya dulu, setelah sepeninggalan kalkulatorku yang dibawa Mas Bin, kan ada masa vakum kalkulator, akhirnya aku beli deh nih kalkulator, yang termurah tapi masih tetep mumpuni. Nih penampakannya:


Fiturnya ya masih kalau untuk fungsi - fungsi hampir semua ada. Logaritma basis berapapun, logaritma natural, trigonometri dan trigonometri hiperbolik beserta inversnya, akar, faktorial, faktorisasi prima, dll. Untuk modenya ada 3, komputasi biasa (kalkulasi angka - angka), tabel (untuk penghitungan nilai dari suatu fungsi dengan memasukkan fungsi dan domain yang diinginkan), dan juga statistik. Selama aku menggunakan nih kalkulator, yang paling berguna itu mode komputasi dan statistik. Kalau statistik, pastinya digunakan untuk analisis statistik. Di sini, lo tinggal masukin data dalam sebuah tabel, terus diolah, bisa dicari deh tuh variansinya, rata - ratanya, sigma x, sigma y, regresinya, dll secara otomatis. Untuk powernya, kalkulator ini nggak ada solar cellnya (yayalah, orang murah) tetapi yang aku suka, dia menggunakan baterai biasa ukuran AAA yang mudah dicari di toko - toko. Kalau mau baca selengkapnya, bisa disini. Masalah harga, lumayanlah ya kalkulator yang satu ini, butuh ngerogoh kocek sekitar Rp 150.000.

Berlanjut ke kalkulator ketiga yaitu Classwiz FX-570EX. Sesuai namanya nih kalkulator emang idaman banget bagi semua siswa sekolah maupun mahasiswa. Dari kecanggihannya, kalkulator ini mengalahkan kedua kalkulator yang saya sebutkan di atas, Bagi saya, kalkulator ini cukup untuk menyelesaikan semua persoalan secara otomatis di bangku SMA, mulai dari polinomial (persamaan kuadrat, pangkat tiga, pangkat empat), vektor, matriks, pertidaksamaan, sistem persamaan linear, statistika, dll. Jadi, buat kalian yang masih duduk di bangku SMA, you better buy this calculator, apalagi kalau yang belum punya kalkulator. Selain dari mode - mode yang saya sebutkan tadi, kalkulator ini juga bisa digunakan untuk olah data dengan spreadsheet seperti di excel. Untuk supply energynya, kalkulator ini menggunakan baterai AAA, favoritku lah, daripada kalau dengan baterai jam.

Ceritanya dari kalkulator ini adalah kalkulator ini kubeli sebagai hadiah ulang tahunnya Surya yang ke-17, sweet seventeenlah. Sebelumnya, dia cerita kalau kalkulatornya hilang, so ini hadiah yang suitable banget, apalagi kalkulatornya dulu itu versi yang S.V.P.A.M. (nanti tak jelasin) yang kurang canggih. Lagian, juga ini kan spesial 17, so I want to give much special too. Kalkulator ini, kubeli di JD.ID dengan harga Rp 299.000 dengan gratis ongkir. Sumpah, nih kalkulator idaman bangeeet, aku yang ngasih hadiah malah jadi pingin upgrade kalkulator, tapi apadaya uangnya itu loo (hiks). Btw, kayak gini nih penampakannya:
Gimana nih menurut lo fisiknya? Classy dan metallic gitu kan? Bagusss banget kalau menurutku, bedalah dari kalkulator casio jaman - jaman old. Kalau lo masih mau kepo - kepo tentang nih kalkulator, bisa nih klik disini. Intinya yaa, uintiii banget, THIS IS THE BEST CALCULATOR.

Kalau tadi udah pada ngomongin kalkulator hardware, sekarang aku mau bahas kalkulator software. Disini pilihannya ada dua, Wolfram Alpha untuk di platform Android dan Microsoft Mathematics di platform Windows. Keduanya hampir sama sih menurutku, tapi penggunaan Wolfram alpha lebih luass. Yuk langsung bahas aja.

Wolfram Alpha. Kalau nggak salah berawal dari tugas barisan dan deret waktu SMA dulu, saking buntunya akhirnya searching internet. Di internet akhirnya nemu website Wolfram Alpha yang ternyata bisa menyelesaikan semua permasalahanku. Dari situ mulailah cari - cari tentang Wolfram Alpha sampai akhirnya nemu di Google Play sebagai aplikasi Android. Sayangnya, pas diklik eeeh keliatan dah tuh ada harganya Rp 11.000. Waduuuh, buseeet dah, males banget aku belii, mending buat beli takoyaki. Akhirnya mulailah cari di internet "free download wolfram alpha full version" dan alhamdulillah akhirnya nemu bajakannya, yeeey. Nih gue kasih kalau mau, klik disini. Oh ya, dan jangan lupa, Wolfram Alpha ini aplikasi yang butuh koneksi, jadi kalau mau memakai harus online yaa.

Wolfram Alpha ini luasss banget penggunaannya, nggak hanya Matematika. Matematika aja udah luas lo, dia bisa menyelesaikan segala persamaan bahkan untuk kalkulus (integral, limit, diferensial) yang tak tentu sekalipun. Hebatnya juga, dia memberikan tak hanya jawaban akhir, dia juga memberikan step penyelesaiannya, wiiih. Persamaan diferensial pun bisa diembat, bener - bener beruntung dah punya software ini, tugas kuliah luancar jayaa. Terus kan tadi kubilang nggak hanya Mat, kimia pun ternyata bisa looo. Kalau kamu ngetik nama senyawa atau rumus kimianya, dia bakalan menunjukkan sifat - sifat dari senyawa tersebut. Sumpaah, canggih bener. Selain itu, dia dilengkapi kayak ensiklopedia gitu sih, jadi overall seperti Google versi Scientific yang mampu memecahkan segala permasalahan saintifikmu. Kayak gini nih penampakannya (versi online website):


Beralih ke software kalkulator berikutnya yaitu Microsoft Mathematics. Sesuai namanya, nih software adalah buatan dari Microsoft. Mirip seperti Wolfram Alpha, software ini bisa digunakan untuk penghitungan - penghitungan beserta penyelesaiannya. Bedanya dengan Wolfram Alpha, dari segi platformnya jelas ya, terus dari segi bidangnya, kalau Wolfram Alpha semua bidang hampir bisa, kalau Microsoft Mathematics, sesuai namanya, cuma bisa matematika doang. Keunggulannya, dari segi tampilan input, jika dibandingkan dengan Wolfram Alpha yang harus nulis ribet karena cuma 1 row (pangkat = ^, kali = *, bagi = /, dll), di Microsoft Math ini tersedia keyboard layaknya di Word di bagian Mathematic Equation, jadi nanti tampilannya bakal natural view. Microsoft Math ini juga bisa digunakan sebagai media menggambar grafik. Di Microsoft Math ini juga ada perintah - perintah seputar logika matematika (belum pernah nyoba sih, soalnya emang bukan jurusannya) dan juga triangle solver yang berfungsi untuk mencari sifat - sifat segitiga yang belum ditentukan dari sifat - sifat yang sudah ditemukan (misal cari sudut jika hanya diketahui semua sisinya). Kalau mau download bisa disini (khusus untuk yang Windowsnya 86 / 32 bit aja ya). Untuk yang kepo penampilannya, seperti ini nih:


Nah, dari pembahasan - pembahasan di atas, sekarang aku mau ngasih tips nih cara memilih kalkulator yang tepat dan bagus dan canggih, check it out:

1. Tentukan tujuanmu menggunakan kalkulator itu.
Kalkulator itu macem - macem yaa variannya, ada yang biasa kayak buat pedagang, saintifik kayak buat mahasiswa, grafik, programming buat programmer, dll. Tapi dari kesemuanya itu, yang pasti butuhnya itu yang saintifik. Masalah harga tenang aja, lumayan - lumayan kok harganya, tergantung mau yang gimana. Kutekankan juga, disini yang kubahas seutuhnya tentang kalkulator saintifik yaa.

2. Mending beli mahal, tapi sekali seumur hidup.
Nah ini prinsipku banget. Waktu dulu beli, sayangnya belum ada ya versi classwiz, akhirnya pilih yang biasa aja. Aku kalau beli barang - barang gitu prinsipnya gini, kalau emang itu penting, sekalian dah beli yang mahal tapi sekali aja, gak usah beli - beli lagi.

3. Pilih yang canggih yang manfaatnya banyak.
Canggih disini artinya banyak fiturnya. Kalkulator itu canggih kalau penggunanya juga canggih (terampil menggunakan). Secanggih - canggihnya kalkulator, kalau lo gak bisa explore fungsi - fungsinya, ya percuma aja, paling - paling cuma bisa buat ngitung tambah, kali, kurang, padahal manfaatnya seambrek. Disini juga prinsipnya kalau kalkulator canggih itu biasanya mahal.

4. Pilih yang powernya dari baterai AAA.
Aku kalau beli kalkulator mesti cari yang baterainya AAA. Kenapa? Biar mudah cari ganti baterainya kalau habis. Biasanya, kalau baterainya udah AAA, nggak ada solar cellnya, nah menurutku biarin aja sih, toh solar cell energinya nggak seberapa. Pengalamanku, dulu banget punya kalkulator yang ada solar cellnya, waktu udah mau "dead", kujemur dah tuh kalkulator biar baterainya keisi. Eh malah LCDnya leleh, ngeblur kesana kemari, mungkin gara - gara kepanasan.

5.  Pilih yang Natural V.P.A.M. / Natural View.
Apa itu natural V.P.A.M. ? Jujur, aku nggak tahu sih, coba cari aja di google. Sepengetahuanku, jenis kalkulator itu ada 2, yang natural V.P.A.M. dan S.V.P.A.M. Nah, kalau natural itu tampilan di kalkulatornya bakalan real kayak kita biasanya nulis (Contoh: Pecahan setengah bakal ditulis "1 per 2" menggunakan garis lurus datar, pangkat bakal ditulis menggunakan superskrip), sedangkan pada S.V.P.A.M., tampilannya bakal kayak di Wolfram (Contoh: Pecahan setengah bakal ditulis 1:2, pangkat bakal ditulis menggunakan "^"). Nah, enak mana? Kalau aku sih enak natural, soalnya easy to understand dan bisa diatur sesuai kemauan kita lah, apa yang seharusnya ingin kita komputasikan.

Overall, setelah mbacot sekian panjang, back to quote saya tadi "Kalkulator canggih bakal canggih kalau penggunanya juga canggih". Jadi, setelah beli mahal - mahal mari biasakan baca manual penggunaan dan eksplor kalkulator kita. Nah, disini, aku ada contoh manual dari kalkulator Casio seri FX-991, dari manual ini sih hampir compatible lah ya dengan semua jenis kalkulatornya casio yang natural V.P.A.M. Cus, dipelajari yuuk. Download disini. Dan satu juga saran terakhir, diatas kan ada 2 software kalkulator tuh, kalau bisa download aja semua, mumpung gratis, gunakan sebaik mungkin.

Mungkin sekian yang bisa saya bacotkan dan bagikan, semoga bermanfaat dalam memilih dan menggunakan kalkulator. Mesin ada untuk membantu manusia, jangan mau malah diperbudak oleh mesin. Sekian.


Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)

Jumat, 29 Desember 2017

Kuliah Pancasila yang "Membosankaaan"

Assalammualaikum wr. wb.
Bismillahirrohmanirrohim

 Kalau ditanya kuliah apa yang paling membosankan, aku bakal jawabnya kuliah Pendidikan Pancasila. Ya jawaban ini terlalu general sih, kemungkinan nggak semua gitu, aku spesifikkan disini kuliah Pendidikan Pancasila "bersama Pak Ketut". Matkul PP ini sebagaimana seperti PAI, BI dan PKn termasuk matkul umum yang harus ditempuh. Kalau di jurusan lain sih, belum tentu yaa, matkul umum ini bakal ditawarkan di semester 1 & 2. Tapi,kalau di Kimia, ya, matkul - matkul ini bakal dihabisin dulu.

Pak Ketut Diara Astawa, dosen pengampu kuliah PP ku ini adalah mantan ketua Jurusan PPKn di FIS UM. Sering banget orangnya cerita - cerita seputar sejarah FIS dan juga seputar kebijakan UM, mengingat dekatnya beliau dengan rektorat UM.

Well, sebenarnya sebagai warga negara yang baik, I shouldn't dislike to learn the ideology of mine. Tapi gimana lagi ya, emang dari jaman - jaman sekolah dulu udah nggak suka. Tapi kalau secara praktik, pastinya aku akan lakukan yang terbaik sebagai Pancasilais.

Di kuliah PP ini, metode pengajarannya Pak Ketut mirip - mirip dengan Pak Bandi. Disini, Pak Ketut memberikan tugas membuat makalah dan presentasi. Lalu dilanjutkan tanya jawab, dan terakhir jikaada waktu sisa, diisi dengan cerita - cerita dari Pak Ketut. Makalah yang dibuat itu mengikuti format PPKI, lagian juga enakan mbuat makalah kimiawi daripada makalah pancasilawi yang penuh kata - kata. Terus lanjut presentasi yang bakal bikin teman - teman kamu ngantuk maksimal. Sesi tanya jawabnya biasanya mengandung bara - bara perdebatan yang lama - lama kalau ditiup menyala. Di akhir pertemuan, pastinya dan selalu ditutup dengan cerita - cerita dari Pak Ketut. Topiknya macem - macem, jangan heran juga kalau misal pernah diulang, jangan dikira dejavu. Topiknya biasanya tentang kasus putusan MK suap daging sapi, sanak saudara Pak Ketut yang bekerja di Dirjen - Dirjen, kasus korupsi di FMIPA UM, dll yang aku lupa. Negatifnya dosen pendongeng itu, biasanya lupa waktu, ya kayak Pak Ketut ini, ceritanya biasanya muolooor sampai waktu kuliah yang 100 menit itu jadi lebih.

Kalau masalah ulangan,ulangannya Pak Ketut ini teoritis banget, entah juga aku bingung harus belajar darimana. Ngarangpun tidak bisa sebebas - bebasnya karena ada istilah - istilah berat kayak epistemologis, filosofis, dll. Dan siap - siap tangan "kiting" gara - gara nulis buanyaaak, 1 kertas folio duplex dijamin habis dah tuh 4 halaman. Ya bener aja sih, tulisanku pas ujian ini jueleeeek banget, lagian kan juga full kata - kata.

Lalu, kalau mau dibandingkan dengan kuliah Pendidikan Kewarganegaraanku pas semester 1 dulu, jauh lebih enak yang PKn sih, dengan Bu Yuswanti. Yaa ini karena enaknya agak negatif sih, waktu PKn dulu kan banyak gabutnya (dosennya terus yang njelasin, dosennya sering ijin nggak masuk, tugasnya dikit), tapi kan tetep aja enak. Yaa kalau menurutku sih, aku nggak terlalu ingin banyak berteori kalau belajar seputar ideologi ataupun kewarganegaraan gini, lebih enak langsung praktik ke kehidupan. Kayak metodenya Pak Sultony(dosen PAI) lah, enak banget.

Terakhir, dibalik apapun pasti masih ada positifnya kalau dicari dalam - dalam. Dengan kuliah ini, aku merasa lebih tahu tentang bla bla nya Pancasila yang buanyaak banget, cerita - cerita seputar UM, dan pengetahuan - pengetahuan lainnya yang baik Pak Ketut maupun presenter - presenter sampaikan. Sekian kiranyaa, akhirnya kelar juga review kuliahku semeter 2 ini. Habis ini bakal review yang semester 3 yang lebih seru buangeeet dan lebih kimiawi. Byeee.


Wassalammualaikum wr. wb.
(OJOK MEK DIDELOK TOK POO REK, KOMENEN PISAN TALAH)